Home / Tips Saat Hamil / Nah Ini Ternyata Kesalahan yang Bikin Bayi Lahir Duluan

Nah Ini Ternyata Kesalahan yang Bikin Bayi Lahir Duluan

Apakah anda seorang wanita yang baru saja positif hamil? Jika “Ya”, mari hitung usia kehamilan anda! J Mengetahui usia kehamilan sangatlah penting bagi seorang wanita hamil, dengan mengetahui usia kehamilan maka sang ibu dapat mengetahui kondisi serta mengetahui apa yang harus dilakukan selama fase pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini dilakukan agar janin dapat tumbuh optimal dan lahir sehat. Selain itu, mengetahui usia kehamilan juga dapat menjadi panduan bagi sang ibu untuk memilih konsumsi makanan yang baik ataupun makanan yang harus dihindari pada usia kehamilan tertentu.

Umumnya tanda awal kehamilan seorang wanita ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi, payudara membesar dan mengencang, mual-mual dipagi hari, perasaannya lebih sensitif, perubahan tingkah laku dan kebiasaan lainnya. Menghitung usia kehamilan bukanlah perkara yang sulit, untuk mengetahui usia kehamilan terdapat beberapa cara yang bisa anda pilih, antara lain sebagai berikut :

  1. Perhitungan menggunakan Kalender (Rumus Neagle)

Cara Menghitung Usia Kehamilan AkuratMenghitung usia kehamilan dengan menggunakan kalender dilakukan dengan Rumus Neagle, yaitu dihitung berdasarkan tanggal Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Apabila sudah mengetahui HPHT, maka bulan pertama kehamilan tentu saja 1 bulan setelah HPHT. Rumus Neagle digunakan untuk menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) yaitu dengan cara memasukkan angka HPHT tersebut kedalam rumus dibawah ini :

Apabila bulannya tidak dapat dikurangi 3, seperti bulan Januari (1), Februari (2) dan Maret (3), maka menggunakan rumus dibawah ini :

Berikut ini ilustrasinya,

Jika HPHT seorang wanita jatuh pada tanggal 15 Mei 2017 (15/05/2017), maka bulan pertama kehamilan jatuh pada 15 Juni 2017, bulan kedua kehamilan jatuh pada 15 Juli 2017, begitu seterusnya.

Selanjutnya, penentuan HPL (Hari Perkiraan Lahir) berdasarkan Rumus Neagle yaitu sebagai berikut :

HPL (Rumus Neagle)=(Tanggal HPHT+1),(Bulan HPHT-3),(Tahun HPHT+1)

HPL = (15+1), (5-3), (2017+1)

HPL = 16, 2, 2018 atau 16 Februari 2018

Berdasarkan perhitungan di atas, maka HPL jatuh pada 16 Februari 2018.

Catatan :

Rumus Neagle ini biasanya hanya digunakan untuk wanita yang memiliki siklus

haid teratur yaitu 28 hingga 30 hari.

  1. Pengukuran Tinggi Puncak Rahim (Fundus Uteri)

Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Tinggi Fundus UteriTinggi rahim atau fundus uteri dari wanita yang sedang hamil dapat digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui, apakah janin tumbuh normal, tahap pencapaian kehamilan, dan perkiraan waktu ibu akan melahirkan. Dari ukuran tinggi puncak rahim tersebut, dokter juga bisa melihat perkembangan janin dari tahap awal sampai tahap akhir dan dapat digunakan untuk mengetahui ciri kehamilan bermasalah.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan meraba bagian puncak rahim yang terasa menonjol pada bagian perut. Pada dasarnya usia kehamilan dapat diketahui berdasarkan tinggi puncak rahim yang diukur dari tulang kemaluan (tulang simfisis). Ada dua metode untuk mengukur tinggi puncak rahim yaitu mengukur dengan jari dokter, atau menggunakan pita meter pengukur. Setiap minggunya, terdapat kenaikan ukuran puncak rahim sebesar 1 cm. Apabila ukuran tulang simfisis hingga puncak rahim sebesar 6 cm, maka kehamilan anda sudah memasuki minggu ke 6.

  1. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)

Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan UsgMengukur usia kehamilan dengan tingkat akurasi yang paling tinggi (mencapai 95%) adalah dengan menggunakan tes USG di rumah sakit maupun klinik kesehatan. Tes USG disarankan dilakukan minimal 3 kali dalam satu masa kehamilan, yaitu pada trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga. Menghitung usia kehamilan dengan USG terdapat beberapa keunggulan seperti dapat mengukur ukuran tengkorak, ukuran jantung, panjang janin dsb, mampu mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan pada calon bayi, mengetahui letak kehamilan, dan lain-lain.

Melalui USG ini anda akan dapat melihat secara langsung bagaimana perkembangan janin dalam kandungan, bahkan seiring perkembangan teknologi USG tidak hanya dalam 2 dimensi akan tetapi juga secara 3 dimensi. Dalam menghitung usia kehamilan dengan metode USG, metode ini menggunakan 3 cara yaitu :

  1. Gestational Sac (GS)

Cara Gestational Sac ini dilakukan dengan cara mengukur diameter kantong kehamilan. Biasanya metode ini dilakukan pada usia kehamilan 6-12 minggu.

  1. Grown Rump Length (GRL)
  2. Cara ini dilakukan dengan cara mengukur jarak antara kepala dan bokong pada janin. Biasanya metode ini dilakukan perkiraan usia 7-14 minggu.
  3. Biparietal Diameter (BPD) Cara Biparietal Diameter ini dilakukan dengan cara menghitung diameter kepala janin pada usia kehamilan dengan perkiraan 12 minggu. Metode ini yang kemudian akan sering digunakan untuk mengontrol kondisi janin dalam kandungan, apakah perkembangan sudah sesuai dengan perhitungan metode kalender ataukah belum.

Dari ketiga metode dan cara menghitung usia kehamilan diatas, cara yang paling mudah dilakukan yaitu dengan metode kalender. Metode ini umumnya digunakan dokter untuk pemeriksaan kehamilan awal. Setelah diketahui hasil dari perhitungan dengan metode kalender tersebut, barulah akan dijadikan sebagai dasar untuk memantau perkembangan janin dan kondisi sang ibu dengan metode fundus uteri ataupun USG. Semoga bermanfaat

About tipsadmin

Check Also

Tips Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil

WOW ..!! Ngga banyak yang tahu, ternyata ini cara mudah Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil

Mual dan muntah merupakan hal yang kerap dialami pada saat kehamilan. Rasa mual dan muntah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *