WOW ..!! Ngga banyak yang tahu, ternyata ini cara mudah Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil

Mengatasi Mual Dan Muntah Berlebihan Saat HamilMual dan muntah merupakan hal yang kerap dialami pada saat kehamilan. Rasa mual dan muntah pada ibu hamil yang disebut “morning sickness” ini, biasanya sering muncul di pagi hari saat bangun tidur atau ketika sarapan pagi, namun rasa mual juga dapat muncul di siang hari, sore hari, atau malam hari tanpa bisa diprediksi.

Apa yang menyebabkan rasa mual dan muntah saat kehamilan? Berikut penjelasannya :

  1. Peningkatan hormon Progesteron dan Estrogen

Wanita yang sedang hamil akan mengalami peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Progesteron merupakan hormon utama selama kehamilan yang berfungsi untuk menguatkan kehamilan, meningkatkan suplai darah pada endometrium (dinding rahim) dan merangsang sekresi cairan rahim sebagai pemelihara embrio. Sedangkan Estrogen merupakan hormon yang memainkan peran penting dalam perkembangan janin, merangsang perkembangan rahim, meningkatkan dan melancarkan aliran darah dari rahim ke plasenta, serta mempersiapkan payudara ibu dalam memproduksi ASI.

Peningkatan kedua hormon di atas menjadi salah satu penyebab munculnya rasa mual dan muntah saat kehamilan. Hormon progesteron akan memicu pergerakan organ pada sistem pencernaan dari usus kecil, lambung, sampai kerongkongan sehingga dapat menimbulkan mual dan muntah. Sementara peningkatan hormon estrogen akan memicu peningkatan asam lambung yang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman di perut dan rasa asam di mulut, sehingga ibu hamil akan merasakan mual dan muntah. Hal inilah yang menyebabkan rasa mual dan muntah sering terjadi di pagi hari (morning sickness), dikarenakan jarak antara waktu malam dengan makan pagi yang cukup panjang sehingga terjadi kekosongan perut yang akan memicu peningkatan asam lambung yang lebih hebat. Selain itu, peningkatan hormon estrogen pada wanita yang sedang hamil juga menyebabkan peningkatan sensitivitas indra pembau terhadap aroma-aroma tertentu terutama aroma yang menyengat. Dalam keadaan ini, jika ibu hamil mencium aroma-aroma tertentu yang tidak dapat diaadaptasi oleh syaraf penciumannya maka akan menimbulkan respon alami berupa mual dan muntah.

  1. Peningkatan hormon HCG

Hormon HCG (Human Chorionic Gonodotropin) adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta pada waktu awal masa kehamilan. Hormon ini terdapat pada urin sebagai pertanda adanya kehamilan (HCG inilah yang terdeteksi pada alat test kehamilan yang menyebabkan adanya tanda strip dua). Peningkatan hormon HCG akan menyebabkan perubahan dalam tubuh ibu hamil yang memicu rasa mual muntah.Mengatasi Mual Dan Muntah Saat Hamil Muda

  1. Munculnya plasenta

Fakta lain mengatakan bahwa mual dan muntah juga diakibatkan karena munculnya sel-sel plasenta. Pada awal masa kehamilan, sel-sel plasenta yang menempel pada dinding rahim dianggap benda asing oleh tubuh sehingga memicu terjadinya respon mual dan muntah. Hal ini akan terus berlangsung seiring perkembangan plasenta yang umumnya mencapai maksimal dan berhenti pada usia kehamilan sekitar 14 minggu. Ketika perkembangan plasenta ini berhenti maka mual muntah akan berkurang atau berhenti.

  1. Respon alamiah tubuh untuk menunjang perkembangan janin

Para ahli mengatakan bahwa mual dan muntah saat hamil dapat dikarenakan adanya respon alamiah tubuh untuk melindungi janin. Respon alami ini berupa sinyal dari dalam tubuh untuk menolak zat atau makanan tertentu yang mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan ibu dan janin dan juga sebaliknya, hal ini merangsang adanya pemasukan nutrisi yang lebih berkualitas yang diperlukan oleh ibu dan janin. Selain itu, mual dan muntah juga dapat menjadi mekanisme bagi janin untuk mengeluarkan zat-zat yang mungkin berbahaya bagi perkembangan janin.

  1. Respon tubuh untuk menurunkan risiko keguguran

Dari sebuah penelitian di Amerika didapatkan hasil bahwa mual muntah selama kehamilan dapat mengurangi risiko keguguran. Dalam penelitian ini dikatakan bahwa pada ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness, berisiko mengalami keguguran 3,2 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang mengalami morning sickness. Kemudian pada ibu hamil yang berusia kurang dari 25 tahun yang tidak mengalami mual dan muntah berisiko keguguran sebesar 4 kali lipat dibanding ibu hamil yang mengalami mual muntah. Risiko keguguran akan meningkat drastis menjadi 12 kali lipat pada pada ibu hamil berusia lebih dari 35 tahun yang tidak mengalami mual muntah.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mual dan muntah saat kehamilan merupakan salah satu pertanda bahwa janin kuat.

Rasa mual dan muntah selama kehamilan atau morning sickness umumnya berlangsung pada saat kandungan berusia 3 bulan dengan tingkat rasa mual dan muntah yang berbeda pada setiap wanita. Keadaan ini dirasakan sangat mengganggu bagi ibu hamil. Untuk itu, diperlukan adanya cara agar dapat mengatasi rasa mual dan muntah tersebut. Berikut ini adalah beberapa tipsuntuk mengatasi mual dan muntah saat kehamilan :

  1. Makan sedikit namun sering, Untuk anda yang sedang merasakan mual, hindari mengkonsumsi makanan dengan jumlah porsi terlalu banyak. Mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak jusru akan menyebabkan timbulnya rasa mual pada perut. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang sedikit namun sering. Jadi ingat, untuk ibu yang sedang hamil muda, sebaiknya makanlah dalam porsi kecil namun usahakan makan sesering mungkin.
  2. Konsumsi makanan tinggi protein, Konsumsilah makanan makanan yang kaya akan kandungan proteinnya, sebab kandungan protein dapat meringankan masalah mual yang dialami ibu hamil.
  3. Konsumsi snack dan biskuit saat bangun tidur, Untuk mengatasi rasa mual tersebut, anda juga dapat dengan cara mengkonsumsi makanan kecil seperti snack atau biskuit yang dapat di konsumsi ketika terbangun dari tidur. Jadi untuk seorang ibu yang sedang hamil muda, biasakan untuk menyantap snack atau biskuit ketika bangun tidur.
  4. Hindari makanan yang memicu naiknya asam lambung, Hindari konsumsi makanan yang mengandung rasa pedas serta makanan makanan yang berminyak, berlemak. Makanan tersebut dapat memacu peningkatan asam lambung yang membuat rasa mual semakin meningkat. Selain itu wanita hamil juga sebaiknya menghindari makanan yang menimbulkan gas di dalam perut seperti kol, nangka, durian, sawi hijau dan makanan hasil fermentasi seperti tapai, karena makanan yang bergas tersebut bisa membuat perut terasa kembung atau penuh.
  5. Konsumsi vitamin B6 sebanyak tiga kali sehari (10-20 mg) bisa membantu meringankan rasa mual. Dalam hal ini, buah pisang yang kaya akan vitamin B6 dapat membantu menetralkan keadaan lambung dan organ pencernaan lainnya.
  6. Konsumsi buah yang kaya vitamin C dan dapat menghilangkan mual, Buah yang dapat menghilangkan mual seperti apel hijau, pisang, jeruk, buah berair seperti melon, semangka, tomat dan blewah.
  7. Konsumsi air putih yang cukup, Untuk menghindari rasa mual yang berlebihan juga dapat di lakukan dengan cara mengkonsumsi air putih yang cukup, sehingga tubuh akan tidak mengalami dehidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.
  8. Konsumsi jahe, Jahe ternyata juga dapat mengurangi rasa mual. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi.
  9. Mengonsumsi makanan atau minuman dingin dapat meringankan mual daripada santapan panas atau hangat yang masih mengeluarkan aroma.
  10. Istirahat yang cukup dan hindari stress merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi rasa mual dan muntah saat kehamilan. Dengan beristirahat, tubuh akan menjadi lebih rileks dan tentunya hal tersebut akan berpengaruh baik terhadap kesehatan tubuh ibu hamil beserta janin yang berada di dalam kandungannya.
  11. Kenakan pakaian yang nyaman yang tidak ketat di pinggang.
  12. Mual tidak akan begitu terasa ketika Anda tidak terlalu memikirkannya.
  13. Hindari berbaring setelah menyantap makanan.
  14. Gosok gigi dan berkumurlah setelah makan.
  15. Saat merasa mual, cobalah untuk berjalan-jalan ke luar ruangan untuk mendapat udara segar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa mual dan muntah merupakan kondisi yang normal dialami oleh wanita hamil dan menunjukkan bahwa kehamilannya baik-baik saja. Untuk mengurangi rasa mual dan muntah dapat melakukan tips-tips di atas untuk mengurasi mual dan muntah saat kehamilan. Namun, bagi wanita hamil yang mengalami muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum) sehingga tidak ada asupan makanan ataupun minuman, muntah disertai dengan rasa sakit, nyeri atau demam, dan mual yang terus berlanjut sampai trimester kedua (diatas 3 bulan) maka wajib berkonsultasi ke dokter.

Semoga bermanfaat