Home / Tips Saat Hamil / Manfaat Berpuasa dan Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil

Manfaat Berpuasa dan Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil

Seperti yang kita ketahui, menjalan puasa Ramadhan adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim, termasuk juga wanita yang sedang hamil. Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan dengan gizi yang berlebihan belum tentu baik untuk kesehatan, karena overnutrisi dapat mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit seperti kolesterol, jantung koroner, kencing manis, dan lain-lain. Bagi para wanita yang tengah menjalani masa kehamilan saat bulan Ramadhan diperbolehkan untuk tetap menjalankan kewajibannya puasa Ramadhan selama puasanya tersebut tidak tersebut mengganggu kesehatan bagi sang ibu maupun sang janin. Dalam hal ini, wanita hamil diperbolehkan tidak berpuasa dalam keadaan-keadaan tertentu. Apabila dalam keadaan sehat, maka ibu hamil pun tetap untuk melakukan kewajiban puasa Ramadhan.

Tips Berpuasa Ibu HamilMenurut Dr. dr. H. Imam Rasjidi SpOG (K) Onk., ibu hamil dapat berpuasa. Namun sebaiknya sang ibu harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan untuk memastikan resiko puasa pada kehamilannya dan memberikan saran sesuai dengan kesehatannya. Pada saat pemeriksaan, dokter biasanya akan memberikan penilaian melalui kondisi berat badan sang ibu. Apabila kenaikan berat badan sang ibu selama awal kehamilan tidak mencapai 3,5- 4 kg, atau di akhir masa kehamilan kenaikannya masih dibawah 12,5-14 kg, maka disarankan untuk tidak berpuasa karena dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan janin.

Namun, sepanjang kondisi kesehatannya dinyatakan baik dan selalu memperhatikan asupan nutrisi, berpuasa tidak akan mempengaruhi perkembangan janin. Bahkan, puasa bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Ibu hamil dan janinnya. Berikut ini beberapa manfaat puasa saat hamil :

  1. Menjalankan puasa justru dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Bagi ibu hamil dan janin, makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik bagi Karena overnutrisi dapat mengakibatkan kegemukan bagi ibu dan janin yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis dan lain-lain.
  2. Shalat tarawih setelah makan malam juga bisa membantu metabolisme tubuh dalam mencerna asupan makanan. Jika dilakukan penghitungan dengan penghitung kalori, jumlah kalori yang dibakar selama salat tarawih sebesar 200 kalori.
  3. Membersihkan tubuh dari kotoran dan racun atau detoksifikasi juga menjadi salah satu manfaat yang diperoleh ibu hamil dengan berpuasa. Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa, berarti membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh kita, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.

Lalu, bagaimana tips berpuasa bagi ibu hamil agar tetap sehat? Berikut ini merupakan tips-tipsnya:

  • Saat Sahur
  1. Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama. Selain itu, ibu hamil hendaknya memilih makanan yang lama dicerna seperti karbohidrat kompleks (karbohidrat yang mengandung serat tinggi seperti nasi, roti, jagung dan kentang) serta mengkonsumsi sayuran berserat, agar saat melaksanakan puasa tidak mudah lapar.
  2. Hindari makanan kaleng, makanan yang banyak mengandung zat pengawet, tinggi kadar garam, dan makanan cepat saji. Hal ini dikarenakan selain dapat mengganggu aktivitas puasa juga dapat berpengaruh buruk pada janin dan pada
  3. Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C. Vitamin C dan mineral seng (Zinc) bermanfaat untuk menjaga vitalitas tubuh.
  4. Jangan mengonsumsi makanan manis terlalu banyak saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock (Insulin shock yaitu suatu konsdisi dimana terlalu banyak insulin dalam darah, sehingga menyebabkan tingkat glukosa darah menjadi lebih sedikit. Apabila terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis saat sahur, maka dalam tubuh akan terjaid peningkatan hormon insulin untuk menjaga kestabilan gula darah. Jika terjadi insulin shock maka gula darah Anda turun terlalu rendah, tubuh Anda tidak lagi memiliki cukup energi untuk melaksanakan fungsi reguler. Kondisi insulin shock dimana tubuh Anda menjadi begitu kelaparan karena berkurangnya asupan energi).
  5. Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih dalam jumlah banyak, kemudian sebaiknya ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur dapat mencukupi kebutuhan zat besi dan bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.
  • Saat Berpuasa
  1. Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.
  2. Istirahat yang cukup dibutuhkan saat berpuasa. Apabila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
  3. Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat.
  4. Walaupun sedang puasa tetaplah menjalani kehamilan dengan senang dan juga mengurangi faktor stressor. Kerena perubahan dalam hal rutinitas, perut kosong, serta jadwal makan, minum dan tidur yang berubah dapat menyebabkan stres. Ibu hamil yang berpuasa diketahui memiliki tingkat hormon stres yang lebih tinggi dalam darah mereka dibandingkan wanita yang tidak berpuasa. Jadi hindari hal-hal yang menyebabkan stress, dan tetaplah merasa nyaman dan senang.
  • Saat Berbuka
  1. Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  2. Santaplah makanan yang mengandung karbohidrat simpleks. Karbohidrat simpleks yaitu karbohidrat yang mudah diserap tubuh karena sudah berupa butiran-butiran gula (glukosa, fruktosa, laktosa, sukrosa dan maltosa) yang siap diserap. Glukosa yang cepat diserap tubuh ini terdapat dalam buah-buahan, sayuran dan madu. Fruktosa terdapat dalam buah-buahan dan madu. Laktosa terdapat di dalam susu. Sukrosa adalah gula yang sering digunakan sebagai pemanis seperti gula pasir. Sedangkan maltosa didapat dari beberapa sereal yang berasal dari biji-bijian dan fermentasinya.
  3. Setelah shalat magrib, makanlah secukupnya dan jangan berlebihan, karena makan dalam jumlah besar dapat membuat tubuh Anda lemas. Sehabis shalat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
  4. Ketika berpuasa kita pasti mengalami dehidrasi dan bagi ibu hamil untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa Ramadhan adalah dengan cara memperbanyak minum pada saat berbuka. Meperbanyak minum yang diperlukan bagi ibu hamil tidak dalam satu waktu namun berselang seling yang disesuaikan dengan porsi makan.

Manfaat berpuasa saat hamil

  • Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:
  1. Muntah-muntah lebih dari 3 kali, yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  2. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
  3. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
  4. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  5. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Kesimpulannya, berpuasa memiliki manfaat dan tidak berbahaya bagi ibu hamil, selagi kondisi kesehatan sang ibu memungkinkan. Tentunya, selama menjalankan puasa, sang ibu harus tetap menjaga kesehatan. Semoga tips berpuasa bagi ibu hamil di atas bermanfaat.

About tipsadmin

Check Also

Nah Ini Ternyata Kesalahan yang Bikin Bayi Lahir Duluan

Apakah anda seorang wanita yang baru saja positif hamil? Jika “Ya”, mari hitung usia kehamilan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *